Notes notes itu saya baca lagi. Semua sama. Intinya ada pada satu. Menggugat pragmatisme. Ya, pragmatisme rakyat dalam memilih pemimpin dengan penyalahgunaan kaidah ‘memilih yang paling sedikit mudharatnya diantara yang buruk’. Pragmatisme partai politik yang mengaku Islam namun ‘islamiphobia’ sampai-sampai berbicara tentang syariat Islam saja masih ‘pikir-pikir dulu’. “Ahh,,,nanti saja , syariat Islam bisa belakangan, yang penting menang dulu”. Pragmatisme. Pragmatisme.
Menakar Keyakinan Kita atas Pertolongan Allah
Ditulis dalam Dakwah, Dengarkan Suara Kami
Santun Terhadap Diri Sendiri
Tulisan ini saya dedikasikan untuk para pengemban dakwah yang tak pernah lelah berjuang di jalan Allah. Dimanapun anda berada. Sungguh sesuatu yang mulia, ketika anda diamanahkan menjadi arsitektur muda dari umat terbaik penegak daulah khilafah rasyidah, yang membangun proyek daulah berdasarkan manhaj nubuwah. Namun disela-sela aktifitas dakwah yang menuntut parhatian lebih, kadang kita lupa untuk mensinkronkannya dengan kondisi jasadiyah. Memenuhi hak tubuh untuk diperhatikan secara proporsional dan konsisten menjadi sesuatu yang terlalaikan sababiyahnya(sebab musabab).
Baca Lanjutannya…
Ditulis dalam Renungan | Tag:ikhwan, Khalid bin walid, umar bin khattab
Kami Bukan Generasi Mati Rasa
Teruntuk bapak-ibu capres-cawapres yang sedang melenggang ke seantero negeri. Saya prihatin menyaksikan style kampanye anda sekalian yang lebih mirip jumpa fans artis dengan penggemar. Dielu-elukan oleh para pendukung anda. Semangat boleh mengadopsi gaya 45, menggelegar membahana di jagat raya, dengan suara-suara bak ksatria. tetapi nyatanya, kebijakan yang anda telorkan sama saja.
Baca Lanjutannya…
Ditulis dalam Dengarkan Suara Kami
Kegagalan Negara ‘Bukan-Bukan’
Saya makin pesimis melihat masa depan negeri ini jika di pimpin salah satu dari ketiga pasangan calon capres dan cawapres yang akan bertanding di delapan Juli. Beberapa kali saya menyaksikan debat capres cawapres (sebenarnya lebih tepat di sebut sebagai penyampaian visi dan misi) yang di selenggarakan oleh KPU. Tidak ada satu tawaran yang baru dan benar-benar baru yang tidak terkontaminasi oleh tangan-tangan Kapitalis, apalagi untuk mendobrak ketergatungan bangsa ini terhadap asing seperti yang pernah dilakukan Kuba di bawah kepemimpinan Fidel Castro. Baca Lanjutannya…
Ditulis dalam Open Ur Mind | Tag:Demokrasi Liberal, Demokrasi terpimpin, Iran, Jepang, JK, kapitalisme, Kegagalan Negara, Khilafah, Megawati, SBY
Mimpi Siapa yang Lebih Realistis?
Beberapa minggu ini saya akan terus berkecimpung dalam lingkungan yang berbeda. Bukan dalam lingkungan yang satu ide dengan pemikiran saya. Lingkungan di mana setiap orang memiliki pemahaman yang berbeda. Lingkungan baru di mana hampir setiap manusianya berpikir bahwa demokrasi itu hebat. Demokrasi itu modern. Demokrasi itu pro barat. Democrazy is finally. Baca Lanjutannya…
Ada ‘Perusahaan’ di Sekolah Kita
Huru-Hara Manohara
Sejak hari Minggu kemarin, Manohara Odela Pinot, model Indonesia berdarah Bugis-Prancis yang juga istri dari pangeran Kelantan Malaysia, Pulang ke Indonesia setelah berhasil kabur dari sekapan keluarga kerajaan.
Wanita ini berhasil mengguncang publik Indonesia lewat kisah hidupnya yang dramatis. Yang terukir lewat pemberitaan di media-media dan berhasil membenturkan kembali dua negara serumpun, Indonesia dan Malaysia setelah problematika blok Ambalat belum juga usai.
Baca Lanjutannya…
Ditulis dalam Open Ur Mind | Tag:ambalat, KBRI, kerajaan kelantan, malaysia, manohara
Karena Istrimu Aku Jatuh Cinta
Luar biasa.
Suatu hal yang wajar jika sekaliber laki-laki yang soleh memilih wanita yang menutup aurat secara sempurna. itu berarti seorang wanita yang menutup aurat memiliki nilai plus. Plus karena telah melaksanakan perintah Allah dalam surah al-ahzab ayat 59 dan an-nur ayat 31. Dan bisa jadi suatu keharusan yang meyakinkanan seorang laki-laki dalam menetapkan pilihan memilih pasangan hidup. Busana yang syar’i bisa menjadi salah satu indikator tentang kesolehan seorang wanita.
Baca Lanjutannya…
Ditulis dalam Catatan, Open Ur Mind | Tag:capres, jilbab, JK-Win, Kerudung, pemilu, PKS, SBYBerbudi, Ummahat
Sebuah Dongeng dari Negeri Impian berjudul Kesetaraan Gender
Beberapa waktu terakhir ini ada sebuah wacana yang muncul mengepung ruang kesadaran pribadi dari berbagai arah. Bermula dari petualangan maya dari satu blog ke blog lain, dari satu website ke website yang lain, sampai berlanjut puncaknya tatkala hadir sebuah naskah pidato kebudayaan yang kesemuanya itu bicara tentang perempuan. Tentang diskriminasi, tentang ketidakadilan dan penindasan terhadap perempuan, manusia itu bernama perempuan.
Ini bukan sesuatu yang baru memang, namun entah mengapa tiba-tiba sekarang semuanya serentak menyeruak masuk mengusik akal budi nurani.
Ditulis dalam Dengarkan Suara Kami, Open Ur Mind | Tag:aktivitis perempuan, CLD-KHI, kaum feminis, kesetaraan gender, musdah mulia
Atas Nama Kuasa
Tidak aneh memang, manusia memiliki kecenderungan untuk menguasai manusia lainnya. Fitrah, karena ada naluri untuk mempertahankan eksistensi diri di sana. Tetapi siapa yang menyangka, mayoritas menyalahgunakan kuasa demi kepentingan segelintir pribadi saja. Satu sama lain saling menggerus demi hawa nafsu dunia. Saya katakan, Semua atas nama kuasa Baca Lanjutannya…
Ditulis dalam Open Ur Mind | Tag:Antasari Azhar, Demokrasi, kapitalisme, Mega, Pemilu dan perubahan masyarakat, Pilpres, SBY




