Kehilangan

November 4, 2009 salam revolusi 1 comment

Allahuakbar….. Allah memang maha adil!

Saudari-saudari Saya kehilangan beberapa benda berharga dalam waktu yang hampir bersamaan. Salah satunya dompet dan handphone, bahkan laptop. Dalam rangka bermuhasabah, —karena segala kejadian tidak diturunkan Allah secara kebetulan, melainkan karena ada campur tangan Allah dan Allah yang maha mengaturnya agar manusia mengambil sebanyak-banyaknya pelajaran—. Banyak hikmah yang bisa saya ambil dari kejadian ini:

Read more…

Categories: Renungan

Tentang Peradaban

Saya teringat kembali pada siang itu. Siang ketika saya harus berdiri didepan penguji. Begitu lembar-lembar laporan KP saya di buka satu persatu dengan beberapa kalimat yang digarisbawahi. Penguji kali ini benar-benar berbeda. Satu doa yang saya ucapkan dalam hati pada saat itu, “Semoga saya tidak ‘terkapar’ dibuatnya”. Benar saja, seperti dugaan saya. Mereka seperti memaksa saya berpikir cepat dengan jawaban logis yang juga tepat. Sampai pada satu pertanyaan terpanjang yang akhirnya menguji pemikiran saya selama ini. Pertanyaan yang membuat saya merenungi perjalanan yang saya arungi di dunia.

Read more…

Categories: Catatan Tag:

Pemuda Islam di Fajar Kebangkitan (Sebuah Renungan)

Oktober 19, 2009 salam revolusi 3 komentar

Sejak  dulu  hingga  kini, pemuda  adalah  pilar  kebangkitan.  Dalam  setiap kebangkitan, pemuda  merupakan  rahasia  kekuatannya. Dalam  setiap  fikrah, pemuda  adalah  pengibar  panji-panjiNya.

Read more…

Menonton Tragedi Negeri

September 10, 2009 salam revolusi 3 komentar

Cukup menggelitik ketika saya menonton tayangan di liputan berita salah satu tv swasta. Masih seputar bencana gempa di Jawa bagian selatan. Dimana Tim SAR yang sedang mengevakuasi korban longsor di Cianjur mengeluhkan banyaknya “pengunjung dadakan” yang datang ke lokasi longsor guna melihat-lihat TKP, karena sedikit banyak,sadar atau tidak ‘pengunjung dadakan’ ini sebenarnya cukup menganggu proses evakuasi korban. Tidak ada inisiatif menolong atau bergerak. Datang berbondong-bondong bersama keluarga dari berbagai wilayah, melihat-lihat, –seperti menyaksikan pertunjukan langka– dan bahkan berfoto-foto ria–naudzubillah–.

Read more…

Romantisnya Berbalut Surga

September 8, 2009 salam revolusi 4 komentar

Segan ketika saya harus menulis hal seperti ini. Tapi tak mengapa, toh saya hanya menulis apa yang saya serap dan pikirkan. Bahwasanya, ketika mata saya menangkap sekelumit kata . Subhanallah, sungguh, Demi Allah,inilah kalimat paling romantis yang pernah terekam dalam otak saya. Lebih romantis daripada syair-syair William Shakespeare dalam romeo dan julien nya, atau laila majnun-nya Nizami Ganjavi , atau ayat-ayat cinta-nya Habiburahman.

Read more…

Arrahmah.com Dalam Pandangan Saya

Agustus 30, 2009 salam revolusi 1 comment

Arrahmah.com merupakan salah satu situs yang menjadi menu harian saya  setiap hari. Awalnya  saya  merasa  biasa-biasa saja  dengan situs  informatif  ini. Namun pada minggu-minggu terakhir  ini  menjadi tak biasa  karena  situs  ini  menjadi  pemberitaan  panas di berbagai  liputan televisi.

Read more…

Categories: Catatan Tag:,

Rekayasa di balik Redefinisi Makna Jihad

Agustus 27, 2009 salam revolusi 5 komentar

–Dari  Abu Hurairah ra, semoga Allah meridhainya, menceritakan: Rasulullah, suatu kali ditanya: Perbuatan baik apa yang sama nilainya  dengan  Jihad di jalan Allah Swt? Beliau menjawab: Kau tak punya kekuatan untuk melakukan perbuatan itu. Mereka  mengulangi  pertanyaan  itu dua atau tiga kali. Dan Setiap kali pun Rasulullah menjawab: Kau tak punya kekuatan untuk melakukan perbuatan itu. Ketika pertanyaan diajukan untuk ketiga kalinya, beliau menjawab: Orang yang pergi berjihad  ialah orang yang berpuasa, menjalankan shalat lima waktu,(mematuhi perintah yang terkandung dalam) ayat-ayat Allah(yaitu dalam Al-Qur’an), dan tidak menunjukkan kelelahan dalam berpuasa dan shalat  sampai orang yang berjihad kembali dari jihad di jalan Allah SWT.

–Hadis—

Jihad, Islam, dan Mujahid  bukanlah hal baru  bagi dunia. Begitu  juga  terorisme, penculikan, dan pembunuhan.  Tetapi, sejak   11  September  2001, istilah  ini  telah membayang  dalam imajinasi  publik sebagai  fenomena  baru.   Namun yang membuat miris, istilah-istilah  ini  kemudian berkelindan tidak sederhana. Dalam  kurun   waktu  satu  dekade  sejak  akhir  tahun 2001,  oknum-oknum  penyusun misi  ‘penjahat  dunia’  telah berhasil  membalikkan  makna  kata-kata diatas. Fundamentalis,Islam,  jihad, dan mujahid  telah menjadi  ancaman  atas  keamanan  dunia  internasional yang  harus  diwasapadai.  Dan  rasa  takut  itu  berakar  dari  fakta  bahwa  hanya  sedikit  orang  yang benar-benar  paham  tentang apa  itu  Islam, tentang Jihad, dan  kenapa  harus  berjihad.  Padahal,   Menjadi  fundamentalis  Islam tidak  berarti  kita mendukung  atau  terlibat  dalam  terorisme.  Berjihad  bukan berarti  kita  menculik  atau  membunuh  warga sipil.

Read more…

‘Robohnya’ Sekolah Kami.

Juli 15, 2009 salam revolusi 2 komentar

Bangunan boleh tetap tegak berdiri. Kokoh. Namun, itu tidak selamanya. Sebentar lagi, bangunan dua sekolah itu akan binasa dihancurkan oleh buldozer bergigi baja. Lihat saja pagar-pagar tinggi nan sombong yang berjajar memisahkan anak-anak sekolah dan sebongkah harapan yang menyertainya.

Read more…

Menakar Keyakinan Kita atas Pertolongan Allah

Juli 7, 2009 salam revolusi 4 komentar

Notes notes itu saya baca lagi. Semua sama. Intinya ada pada satu. Menggugat pragmatisme. Ya, pragmatisme rakyat dalam memilih pemimpin dengan penyalahgunaan kaidah ‘memilih yang paling sedikit mudharatnya diantara yang buruk’. Pragmatisme partai politik yang mengaku Islam namun ‘islamiphobia’ sampai-sampai berbicara tentang syariat Islam saja masih ‘pikir-pikir dulu’. “Ahh,,,nanti saja , syariat Islam bisa belakangan, yang penting menang dulu”. Pragmatisme. Pragmatisme.

Read more…

Santun Terhadap Diri Sendiri

Juli 3, 2009 salam revolusi 2 komentar

Tulisan ini saya dedikasikan untuk para pengemban dakwah yang tak pernah lelah berjuang di jalan Allah. Dimanapun anda berada. Sungguh sesuatu yang mulia, ketika anda diamanahkan menjadi arsitektur muda dari umat terbaik penegak daulah khilafah rasyidah, yang membangun proyek daulah berdasarkan manhaj nubuwah. Namun disela-sela aktifitas dakwah yang menuntut parhatian lebih, kadang kita lupa untuk mensinkronkannya dengan kondisi jasadiyah. Memenuhi hak tubuh untuk diperhatikan secara proporsional dan konsisten menjadi sesuatu yang terlalaikan sababiyahnya(sebab musabab).
Read more…