Oleh : Ahmad Sumargono, S.E, M.M ( Ketua GPMI, Kandidat Doktor Ilmu Pemerintahan UNPAD)
Pernyataaan Amien Rais dalam wawancara dengan majalah Tempo 4 Mei 2008 bertajuk: Ahmadiyah Punya Hak Hidup untuk kesekian kalinya membuat saya terperangah. Dengan semangat membela Ahmadiyah Amien Rais berkata, ” Saya mencium ada kelompok siluman yang melakukan semacam operasi intelejen untuk memeperkeruh suasana, menghancurkan ketenangan masyarakat.” Tuduhan itu bukan alang kepalang daya pressurenya, karena di ketahui bersama bahwa komponen umat Islam terbesar, atau Islam mainstream di negeri ini inilah yang justru berada di balik protes-protes keras pembubaran Ahmadiyah. Wabil khusus tentu saja MUI ( Majelis Ulama Indonesia) yang telah dua kali mengeluarkan fatwa tegas bahwa Ahmadiyah adalah aliran sesat dan menyesatkan.
Amien Rais menyetarakan protes-protes Ahmadiyah itu dengan konflik Islam-Kristen di Ambon . kata Amien Rais , ” Sebelumnya tidak pernah ada konflik Islam-Kristen di sana, tiba-tiba muncul.” Amien Rais sama sekali tidak menyebutkan akar masalah inti konflik horizontal Islam-Kristen di Ambon itu, jelas-jelas terjadi karena di mulai pertamakali dengan peristiwa penyerangan pihak Kristen terhadap kelompok Islam. Umat Islam yang baru saja merayakan Idul Fitri tiba-tiba saja di serang, di serbu, di bantai secara membabi buta. Ketika konflik berlarut-larut, umat Islam makin tersudut dan terus menerus di bantai, datanglah bala bantuan dari Laskar Jihad pimpinan Ust Jafar Umar Thalib. Posisi pun berubah, umat Islam bahkan banyak memenangkan peperangan dalam berbagai front yang ada di Ambon dan sekitarnya.
Dalam posisi umat Islam di atas angin, Amien Rais sepulang dari kunjungan ke AS (1999), tiba-tiba membuat pernyataan yang amat mengejutkan, yakni : Mengundang Pasukan asing semacam Pasukan Perdamaian PBB agar masuk ke Ambon. Ide ketua Muhammadiyah ( ketika itu) sungguh aneh. Pulang dari Amerika Serikat mendadak sontak mempunyai pemikiran yang sarat anasir aspirasi di luar Islam. Bisa di bayangkan jika benar-benar pasukan asing didatangkan ke Ambon, bisa jadi sampai hari ini konflik di Ambon akan terus berkobar.
Sikap Amien Rais yang sering kontroversial dalam setiap pernyataannya itu memang sangat menarik perhatian pers juga publik yang membacanya. Tulisan-tulisan Amien Rais yang merinci masalah Tambang di Busang juga Freeport, (1997) di elu-elukan mansyarakat khususnya Islam. Dengan angka-angka yang amat gamblang Amien Rais membongkar ketidakadilan kontrak karya di Busang dan Freeport. Amien Rais menyebutkan lokasi tambang emas Freeport kini menjadi kubangan raksasa berupa danau. Seluruh isinya, gunung emas sudah pindah ke Amerika Serikat. Sikap kritis Amien Rais yang pro rakyat dan sebaliknya dengan berani menghantam rezim Soeharto, telah melambungkan nama Amien Rais menjadi pahlawan baru.
Saya sendiri sejak awal sangat bersahabat dan bersimpati kepada Amien Rais . karena itu ketika Amien Rais semakin melambung namanya karena sikap kritisnya kepada rezim Soeharto, hal ini telah membuat rezim Soeharto berang dan dan merekayasa agar Amien Rais di copot jabatannya sebagai Ketua Dewan Pakar ICMI. Habibie pun ikut menekan agar Amien Rais mundur. Di sini, saya membela posisi Amien Rais dan menulis duduk masalahnya secara gamblang di harian KOMPAS,” Amien Rais dan masa depan ICMI” ( KOMPAS 24 Februari 1997). Tetapi bersamaan dengan waktu yang terus berjalan dengan jatuhnya rezim Soeharto, sepak terjang Amien Rais terus bermunculan yang “aneh” buat saya. Karena sikapnya dalam konflik Islam-Kristen di Ambon, ingin mendatangkan pasukan asing , semacam Pasuka Perdamaian PBB itu, Adian Husaini menulis buku berjudul : Amien Rais dan Amerika Serikat, yang sarat kritik pedas. Buku yang amat gamblang membedah penampilan Amien Rais yang justru konsisten “mengabdi” kepada kepentingan asing ini tidak pernah di jawab oleh Amien Rais.
Sikap Amien Rais di hari-hari “musim semi” umat Islam membentuk partai politik Islam pasca lengsernya Presiden Soeharto, sekitar Juni-Juli 1998., kembali pilihan dan sikap Amien Rais menjadi tanda tanya besar buat saya. Ketika itu saya dan tokoh-tokoh Islam lainnya sibuk pula mempersiapkan partai Islam penerus Masyumi yang kemudian menjadi partai Bulan Bintang sekarang. Sususnan pengurus DPP(sementara) sudah sepakat di tentukan melalui rapat-rapat di kediaman Bapak HM Cholil Badawi dan DR. Anwar Haryono SH. Di Ketua umum pun di se pakati akan duduk Yusril Ihza Mahendra. Namun tatkala Amien Rais bertandang kerumah Pak Anwar Haryono, Juli 1998 di tawarkanlah agar Amien Rais mau duduk sebagai Ketua Umum Partai Bulan Bintang. Amien Rais pun dengan mantap menyanggupi tawaran itu. Sdr Yusril pun ( saat itu sedang berada di Banyuwangi Jawa Timur) langsung di telepon dan siap posisinya di gantikan Amien Rais dan Yusril hanya duduk di Sekjen. Adegan mengharukan pun tercipta. Semua yang hadir larut dalam tangis dan saling peluk, di mana Amien Rais pun memeluk dan di peluk Anwar Haryono yang hanya bisa duduk di kursi roda karena mengidap stroke. Semua orang menjadi lega dan di tutup dengan doa bersama untuk kesukesan partai penerus Masyumi itu. Apalagi Anwar Haryono di kenal sebagai juru bicara Masyumi setelah partai ini di paksa bubar oleh rejim Soekarno pada tahun 1960. Amien Rais pun pamit segera pulang karena hari itu adalah hari Jumat dan harus segera pulang melaksanakan sholat Jumat di kantor pusat PP Muhammadiyah di Menteng Raya 62 Jakarta.
Kejadian yang amat dramatis itu terjadi hanya beberapa jam saja setelah adegan pelukan -pelukan yang mengaharukan di rumah Bapak Anwar Haryono. Amien Rais tiba-tiba muncul di layar televise seusai sholat Jumat di kantor PP Muhammadiyah. Ketika wartawan menanyakan, apakah Pak Amien Rais mantap akan memimpin partai Bulan Bintang, Amien Rais menjawab, ” Saya akan mendirikan partai lain yang lebih terbuka . bagi saya partai seeprti Partai Bulan Bintang ibarat baju akan ‘kesesakan’ jika saya pakai”. Pernyataan ini kini di catat sejarah menjadi pendirian seorang Amien Rais. Ia kemudian memprakarsai berdirinya PAN( Partai Amanat Nasional) bersama-sama Goenawan Mohammad , Albert Hasibuan dll. Platform partai pun di kabarkan di siapkan orang-orang Goenawan Mohammad, walau bos Kelompok Tempo ini tak lama setelah PAN berdiri justru meninggalkan PAN.
Bela Ahmadiyah
kembali ke pernyataan Amien Rais soal Ahmadiyah di awal artikel ini. Seharusnya saya tidak perlu terkejut karena sudah memiliki catatan historis tentang Amien Rais. Komentarnya terhadap FUI ( Forum Umat Islam) memang menyakitkan. FUI di tuduh sebagai organisasi siluman. Padahal FUI ini merupakan gabungan lebih dari 50 ormas Islam termasuk Muhammadiyah berada di dalamnya. Saya tahu bahwa Amien Rais tahu persis personel di tubuh FUI yang tak lain adalah justru para sahabatnya sendiri yang pada tahun 2004 lalu justru mendukungnya maju sebagai Capres. Di tengah keraguan dan track record Amien Rais yang kelabu itu, toh Amien Rais tetap di jagokan seluruh Komponen politik Islam, khususnya PKS juga tokoh-tokoh Islam, misalnya KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafii ( Tokoh ulama Betawi kharismatik yang kini menjadi pimpinan FUI). Walau demikian menjadi gamblang pula, potret Amien Rais yang hari ini bisa tampak sangat melawan Amerika Serikat, namun nanti sore dia sangat membela kepentingan Paman Sam. Kata ungkapan Jawa: ” Isuk Dele Sore Tempe ” ( Pagi masih berupa Kedelai dan sore hari sudah berubah menjadi tempe).
Saya teringat pada sebuah diskusi di Universitas Trisakti awal 1980-an sepulang Amien Rais dan Nurcholis Madjid dari studi di Chicago University. Sikap Nurcholis Madjid yang cenderung ingin mencari selamat itu di sindir Amien Rais dengan menyitir anekdot Kyai, Ular dan Kodok. Cerita Amien Rais di sambut dengan gelak tawa yang meledak. Karena sikap kyai yang sangat plin plan itu di lekatkan ke tubuh Nurcholis Madjid dengan sangat jitu. Kini saya bisa memastikan bahwa sikap kyai seperti itu ternyata juga melekat di tubuh Amien Rais.
Sebagai mubaligh yang hamper setiap hari menghampiri umat dan masyarakat luas di tingkat grass roots, saya kini acapkali di sergap pertanyaan jamaah yang awam. Bagaimana kabar pak Amien Rais? Menurut rakyat awam, kehancuran bangsa Indonesia saat ini mutlak menjadi tanggung jawab Amien Rais. Sikapnya yang jelas-jelas plin plan dan tidak konsisten bahkan membawakan agenda asing ( seperti sikapnya mengenai masalah Ahmadiyah), kini terbuka dengan senyata-nyatanya.
Kini menjadi pertanyaan besar, Ada Apa sebenarnya Amien Rais dengan Ahmadiyah? Sebuah dokumen awal reformasi niscaya bisa membantu kita. Amien Rais saat menjabat sebagai ketua MPR-RI, pada 22 April 2000 pernah menerima kunjungan Kholifah Ahmadiyah Mirza Thahir Ahmad. Kunjungan pemimpin Ahmadiyah ini di atur oleh Dawam Raharjo, dalam kapasitas sebagai salah-satu pimpinan Muhammadiyah. Mirza Thahir sempat berkunjung ke berbagai kota di Jawa dan mengumumkan pencanangan Indonesia (menjadi) Pusat Ahmadiyah di dunia. Di Yogya Mirza juga mengumumkan hendak membuka Perkampungan Islam Internasional degan lahan seluas 500 hektar bekerjasama dengan Sri Sultan Hamengkubuwono. Ketika itu, foto Amien Rais saat menerima kunjungan cicit Mirza Ghulam Ahmad ini di muat hamper seluruh media massa baik cetak dan elektronik. Kunjungan ini pun sempat di protes oleh kelompok Khatamunnubuwwah dari Pakistan yang sengaja mengirimkan 50 orang utusannya ke Indonesia untuk memprotes PP Muhammadiyah yang telah menjalin kerjasama dengan Ahmadiyah/ Mirza Thahir Ahmad. Dari balik cerita ini bisa di duga mengapa Amien Rais begitu membela Ahmadiyah. Quo Vadis Amien Rais. ( Umat Islam Niscaya Tidak akan Mendukungmu Lagi!!!). Wallahu’alam bissawab.
tulisan ini juga di terdapat dalam tabloid Suara Islam edisi cetak minggu ke satu Juni
.





Yang harus dipahami sekarang ini adalah bahwa janganlah seolah-olah apa yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok tertentu itu difahami mewaklili keseluruhan. Maksudnya, FPI misalnya, biarpun kelompok mereka mengatasnamakan Islam tapi tidak bisa diklaim begitu saja apa yang dilakukan oleh kelompok tersebut adalah “sikap” umat Islam. Begitupula dengan Amin Rais, biarpun Amin Rais adalah tokoh Muhammadiyah, bukan berarti apa yang dilakukannya itu mencerminkan dari “sikap” Muhammadiyah.
Semoga kita bisa berfikir lebih obyektif daripada berfikir secara subyektif.
wallahu a’lam.
(ini yang betul, sblumnya dihapus aja)
Peace.. ^_^
Oleh: putra purnama on Juni 18, 2008
at 19:35
tentu saja kita tidak akan menganggap seperti itu. wabil khusus dalam tulisan ini, yang di sorot bukanlah ormas atau kelompok yang di ikutinya, melainkan secara individunya sendiri serta sepak terjang si individu itu. smoga dapat di mengerti.
Oleh: salam revolusi on Juni 18, 2008
at 19:35
Amien Rais ? saya dulu termasuk pengagumnya,
dan itu dulu,…
mudah-mudahan saat ini saya salah sangka
Oleh: kakanda on Juni 18, 2008
at 19:35
sepertinya kita tidak akan pernah menjadikan seseorang yang tidak punya pendirian yang konsisten dan serba plin plan untuk di jadikan sebagai panutan.
Oleh: salam revolusi on Juni 18, 2008
at 19:35
Semoga Allah mempermudah setiap urusan Mas Amin.
Dulu ketika Mas Amin menyatakan kekagumannya kepada Imam Khomeini dan Iran, Mas Amin dituduh sebagai seorang syi’ah.
Sekarang Mas Amin menyatakan dukungan terhadap hak hidup Ahmadiyah, Mas Amin dituduh sebagai orang yang punya kepentingan pribadi terhadap Ahmadiyah.
semoga Allah memberikan kesabaran kepada beliau menghadapi propaganda yang disebarkan oleh orang-orang yang dibenci oleh Allah.
“Orang-orang yang paling dibenci Allah adalah orang yang pakaiannya lebih baik dari akhlaknya. Berpakaian seperti para Nabi, tetapi berakhlak seperti para tiran.” (hadits Nabi).
Oleh: ressay on Juni 18, 2008
at 19:35
AKu dulu juga sama ….mengidolakan dia juga partainya sampai ikut kampayenya juga, pakai motor memperjuangkan beliau sampai mati2an. bener…..ga boong, sampai aktiv di partainya juga, teryata walhasil dia telah berubah say….dia compromi ma kaum kafir, padahal Islam No Compromise maslah Akidah…jadi ga tahu sekarang aku salut lagi ma dia ga…
Oleh: canaprasetya on Juni 18, 2008
at 19:35
AKu dulu juga sama ….mengidolakan dia juga partainya sampai ikut kampayenya juga, pakai motor memperjuangkan beliau sampai mati2an. bener…..ga boong, sampai aktiv di partainya juga, teryata walhasil dia telah berubah say….dia compromi ma kaum kafir, padahal Islam No Compromise maslah Akidah…jadi ga tahu sekarang aku salut lagi ma dia…?????????What
Oleh: canaprasetya on Juni 18, 2008
at 19:35
[...] purnama, di/pada Juni 18th, 2008 pada 2:44 am [...]
Oleh: Quo Vadis Amien Rais. ( Umat Islam Niscaya Tidak akan Mendukungmu Lagi!!!) « MENCARI HUKUM ALLAH on Juni 18, 2008
at 19:35
apa kata dunia??
Oleh: dobelden on Juni 18, 2008
at 19:35
wah, ini namanya apa yah?
bermuka dua?
atau
bunglon?
Ahmadiyah sesat dan menyesatkan sudah harga mati !!!
“Ya Allah, tunjukkanlah bahwa yang benar itu benar adanya ya Allah, dan berilah keistiqomahan kepada kami untuk menjalankannya.
Tunjukkan pula kepada kami bahwa yang bathil itu bathil adanya, dan berikan kekuatan kepada kami untuk menjauhinya ya Allah.
Amiiin….”
Oleh: rebel12rev on Juni 18, 2008
at 19:35
makasih infonya
Oleh: helidda on Juni 18, 2008
at 19:35
peristiwa monas merupakan furqon, mana yang berdiri diatas kebenaran dan mana yang berdiri diatas kekafiran dan kemunafikan….. umat ISLAM bersatulah
Oleh: kangrud on Juni 18, 2008
at 19:35
Secara teologis saya menolak 200 persen pendapat yang mengatakan bahwa ada nabi pasca-Muhammad, sekalipun katanya tidak membawa syariat. Jika memang begitu, mengapa harus dihadirkan nabi baru? Di sinilah saya gagal memahami kehadiran aliran Ahmadiyah. Mengapa tidak kembali saja kepada ajaran Islam semula. Adapun jika Ghulam Ahmad dipercayai sebagai pembaru, mungkin masalahnya tidak menjadi ruwet, sekalipun sebagian besar umat Islam tidak mengakuinya.
Sepanjang sejarah Islam selama sekian abad, umat yang percaya kepada kemunculan pembaru bukan barang baru, tetapi hanya sebagian tokoh yang memercayainya. Dengan pernyataan ini, posisi saya tentang Ahmadiyah sudah sangat gamblang. Memang dalam beberapa hadis dikatakan tentang akan turunnya nabi Isa sebelum kiamat. Dan katanya, Ghulam Ahmadlah orangnya.
Saya sungguh berharap agar hadis-hadis serupa ini diteliti kembali, sebab implikasinya sangat dahsyat. Maksud saya, jika Isa masih harus turun kembali, berarti misi Muhammad gagal. Saya tidak percaya bahwa nabi Isa masih hidup, karena dia adalah manusia biasa yang atas dirinya berlaku sepenuhnya hukum alam: lahir, dewasa, tua, dan mati. Tetapi, Alquran membantah bahwa kematian nabi Isa karena disalib. Masalah ini biarlah tidak diperdebatkan panjang-panjang, sebab saudara-saudara Kristen kita memercayai bahwa Isa mati di kayu salib. Kita tidak perlu memasuki teologi mereka.
Jika dikaitkan dengan kekerasan yang mengatasnamakan agama seperti yang dilakukan dalam Insiden Monas. Saya akan membela sepenuhnya posisi Ahmadiyah jika mereka dizalimi, hak milik mereka dirampok, dan keluarga mereka diusir. Ini perbuatan biadab karena pengikut Ahmadiyah itu punya hak yang sama dengan warga negara Indonesia yang lain menurut konstitusi Indonesia. Jika mereka dizalimi, aparat dan kita semua wajib melindungi mereka. Bahkan, seorang warga negara Indonesia penganut ateisme, tetapi patuh kepada UUD, tidak ada hak kita untuk membinasakan mereka. Kita bisa bergaul dengan mereka dalam masalah-masalah keduniaan. Mereka juga punya hak hidup dengan ateismenya.
Di sinilah pentingnya kita memahami secara jujur diktum Alquran dalam Albaqarah ayat 256, “Tidak ada paksaan dalam agama.” Jika Tuhan tidak mau memaksa hambanya untuk memeluk atau tidak memeluk agama, mengapa kita manusia mau main paksa atas nama Tuhan? Sikap semacam inilah yang bikin kacau masyarakat. Oleh karena itu, Alquran jangan dibawa-bawa untuk menindas orang lain. Kekerasan atas nama agama adalah pengkhianatan yang nyata terhadap hakikat agama itu sendiri.
Wallahu a’lam.
(Visit: http://www.putrapurnama.wordpress.com)
Oleh: putra purnama on Juni 18, 2008
at 19:35
DEMI ALLAH AMIEN RAIS ITU SEBANGSA GUSDUR,
SETALI TIGA UANG, CUMA BEDA TAMPANG DOANG.
SEMOGA DIA MATI DALAM KEADAAN YANG HINA!!!
AMiiiiiiiiiinn……….
Oleh: medhi on Juni 18, 2008
at 19:35
DEMI ALLAH AMIEN RAIS ITU SEBANGSA GUSDUR,
SETALI TIGA UANG, CUMA BEDA TAMPANG DOANG.
SEMOGA GUSDUR JUGA MATI DALAM KEADAAN YANG LEBIH HINA LAGI!!!
AMiiiiiiiiiinn……….
Oleh: medhi on Juni 18, 2008
at 19:35
AMIEN RAIS = BENCANA BAGI INDONESIA BERSATU..
Oleh: medhi on Juni 18, 2008
at 19:35
AMIEN RAIS HANYA PANDAI MIMPIN DEMO!!!
Oleh: medhi on Juni 18, 2008
at 19:35
AMIEN RAIS AL-KHARIJIY
Oleh: medhi on Juni 18, 2008
at 19:35
(maaf, saya kalo denger nama Tokoh Pengecut satu ini rada-rada emosi….) (^_^)
Oleh: medhi on Juni 18, 2008
at 19:35
Jangan mengaku dan membawa “Allah” dan nama “Islam” apabila hanya untuk membenci seseorang, mencaci maki seseorang, seolah-olah dirinya merasa paling benar. Sang owner blog ini pun diharapkan lebih bijak dalam mengizinkan comment yang masuk. Gus Dur dan Amin Rais agamanya Islam, masih Sholat 5 waktu, dan masih ingatkah anda, selama orang itu sholat, maka tidak ada hak kita untuk memeranginya.
Dan sudah menjadi kewajiban bagi seorang muslim untuk saling mengingatkan dalam kebenaran yang disertai kesabaran. Bukan untuk saling mencaci maki apalagi menjauhi.
Saran saya untuk bung Medhi, bersikap-lah lebih arif dan bijaksana. Jika anda ingin mencaci maki sesama muslim, silahkan mencari agama yang memperbolehkannya. Dan Islam bukanlah tempatnya.
Wallahu a’lam.
(Visit: http://www.putrapurnama.wordpress.com)
Oleh: putra purnama on Juni 20, 2008
at 19:35
Aslmkm. Numpang lewat. Ikhwah fiLLAH afwan jiddan sebelumnya, saya hanya mengingatkan. Semoga kita tidak menyikapi permasalahan ini dengan komentar-komentar emosional. kebenaran seringkali tidak tersampaikan karena tercover dalam cara yang kurang arif Semoga kita bisa menyikapi ini dengan arif, menunjukkan letak kesalahan-kebenarannya dan memberikan solusi dengan Islam. waLLAHU muwafiq ilaa aqwamit thooriq
Oleh: mimi on Juni 21, 2008
at 19:35
salam kenal ukh
Oleh: humaiRA on Juni 21, 2008
at 19:35
punya mata belum tentu bisa benar benar melihat
……………………………………………………………………………….
ketika melihat sesuatu lihatlah dengan kacamata ” AL-Quran”
………………………………………………………………………………………………..
atau jika anda bukan seorang muslim maka pakailah “Akal ”
………………………………………………………………………………………………
karena kebenaran tidak selalau sama dengan yang dilihat
……………………………………………………………………………………………
KHUSUS BUAT PENULIS.:
SAYA yakin anda MUSLIM dan Mungkin lebih Berkualitas dibanding SAYA, ………..agar anda lebih bermanfaat demi agama dan bangsa………….(coba anda istighfar supaya jika tulisan anda terdapat fitnah didalamnya anda di ampuni ALLAH)
Buat Pak Amien Rais:
…………..Insya Allah segala urusan anda di mudahkan dan slalu di beri kesehatan dan meninggal nanti dg “”KHUSNUL KHOTIMAH”"…..mudah -mudahan anda dan saya adalah salah dua dari anak bangsa yang peduli terhadap kemiliaan bangsa ini.dg proporsi masing masing.
Wassalamualaiklum. wr wb.
……………Cinung Wuryanto
Oleh: Cinung Wuryanto on Juli 31, 2008
at 19:35
mas gogon (penulis artikel ini) dan yang lain, saya secara pribadi mohon untuk ngaji lagi dan ngaji. Ngaji bukan hanya membaca huruf arabnya aja tapi juga ngaji dalam perbuatan dan perkataan. Dalam Islam disampaikan agar tiap muslim saling ingat mengingatkan dan tidak saling memojokkan. Dan kalau saya analisa lebih lanjut sesungguhnya yang benar-benar cocok jadi pemimpin Indonesia adalah Amien Rais karena sifat kepemipinan ada pada dia antara lain Amanah, Tabligh, Fathonah, dan Sidiq. Yang lain kayaknya lewaaat !!!!! Kemungkinan Amien mendukung Ahmadiyah sepertinya kok tidak. Masalahnya bisa aja pak Amien disudutkan lawan politiknya agar nama Amien jelek dimata orang Islam. Ingat lho musuh Islam banyak dan mereka tidak rela apabila Amien terpilih sebagai Presiden. Dan sebagian besar yang menyebarkan kabar bohong adalah media milik non muslim. Tujuannya agar SBY terpilih lagi jadi Presiden. Taktala tidak ada pemimpin lain yang menjiwai kepemimpinan Islam selain Amien maka sudah menjadi kewajiban kita untuk mendukungnya. Lebih baik Amien yang jadi Presiden karena beliau lebih tahu Islam daripada SBY yang jelas-jelas menjual assets negara karena SBY tidak pernah ngaji. Lihat aja tatkala dia menaikkan BBM secara ugal-ugalan. Itu dia lakukan karena dia tidak ngaji sebelum mengambil keputusan. Tul Nggak
Oleh: gunawan on Agustus 26, 2008
at 19:35
semoga kemunafikanmu dan dosa2mu , diterima di sisih allah swt
Oleh: teo on September 10, 2008
at 19:35
Pak Amin kemblilah ke jalan yang benar…….harus fair bahwa panjenengan udh kelewat liberal
Bertaubatlah
insya Allah kami siap mendukungmu lgi jdi presiden
Oleh: mujahidin on Nopember 20, 2008
at 19:35
Allah, Dialah yang benar dan selalu benar yang mengingatkan kepada hamba-hambanya untuk saling mengingatkan dan bahu membahu dalam kebaikan.
jangan kita menghakimi sesuatu yang kita tau namun kita tidak tahu disisi manakah kebenaran itu berada, mari saudara-saudaraku kita merapatkan shaf dan memilih imam yang fasis dan tartil dalam mengharap ridlo Allah, dia yang kita pilih sebagaimana Rasulullah mencontohkan dalam memilih pemimpin di akhir hayatnya.
Allah selula bersama orang yang lurus.
Allah Akbar
Oleh: oktar ibrahim on Februari 1, 2009
at 19:35
satu persatu antek zionis yahudi mulai ditunjukkan penampakannya…
Wallahualam
Oleh: benz on Februari 15, 2009
at 19:35
Amin Rais…hehehe
Bisa jadi, dia sebenarnya memiliki peran seperti Gus Dur…hanya saja kalau Gus Dur bekerja di jalur ‘keras’, sedangkan Amin Rais di jalur yang ‘lembut’, tidak terlalu menuai kontroversi.
Ada yang punya disertasi nya? judulnya “The Moslem Brotherhood in Egypt: Its Rise, Demise and Resurgence [Ikhwanul Muslimin di Mesir: Kelahiran, Keruntuhan, dan Kebangkitannya Kembali]” (http://misskey.wordpress.com/2008/03/22/biografi-amien-rais/ dan http://www.pkesinteraktif.com/content/view/4351/923/lang,id/).
Saya penasaran bagaimana pandangan Amin tentang Ikhwanul Muslimin. Ada kekhawatiran kalau sebenarnya Amin tidak lebih dari seorang liberal yang sengaja ditempatkan di Muhammadiyah dan memainkan perannya, tapi saat ini sudah menampakkan wajah aslinya.
Wallahua’lam…
Oleh: alkindi on Maret 15, 2009
at 19:35