Demokrat Menang karena Iklan Kampanye Pendidikan
Terakhir saya menulis tulisan ini, bisa di pastikan baik dalam perhitungan quick count LSI atau real count KPU , Partai Demokrat di bawah kepemimpinan SBY keluar sebagai pemenang dalam pertarungan pesta demokrasi. Persentase yg diperoleh jauh lebih besar selisihnya di bandingkan dengan ’saingan’ di bawahnya. PDI-P dan GOLKAR kejar mengejar. PKS dan PAN justru tidak pernah beranjak dari posisi 4 dan 5.
Jauh hari sebelum 9 April, lebih tepatnya 6 bulan sebelumnya, iklan-iklan Demokrat mulai warawiri di ranah negeri ini lewat semua stasiun tivi swasta dan nasional. Walaupun kalau secara iklanisasi Demokrat harus bersaing kuat dengan dua partai yang tak kalah gencar kampanyenya, yaitu PKS dan Gerindra. bahkan khusus untuk Gerindra, malah satu tahun sebelum Pemilu, sudah secara ’halus’ mengiklankan Prabowo Subianto sebagai Ketua Himpunan Tani Indonesia , dengan menyembunyikan identitas Gerindra untuk sementara waktu (yaiyalah….ntar di kira nyuri start kampanye).
Dan lagi-lagi secara analisis iklan, Demokrat menang. kenapa? karena partai ini menawarkan program-program kampanye (kalau tidak mau di katakan sebagai janji) yang terasa lebih ’real’ di mata masyarakat awam. Sebenarnya kalau untuk jenis program yang di tawarkan, yaaa…hanya sebelas dua belas saja dengan partai-partai lain seperti PDIP, Gerindra, dan Golkar. Gerindra juga di anggap menawarkan program-program yang real terutama kampanye sandang pangan dan produk Indonesia-nya. PDIP malah lebih maju selangkah, berani menawarkan kontrak politik (namun, itupun setelah bekerja selama 3 tahun, kalau hitung-hitungan matematis sihh,,,cukup untuk balik modal yakkk
). Hanya saja PDIP seketika jatuh pamor ketika Iklan terakhirnya yang mengangkat tema BLT, akhirnya PDIP harus menelan ludah sendiri. walaupun di luar kampanye, Bu Mega dengan berapi-api selalu menyatakan ”BLT menjatuhkan harga diri rakyat”. nah lhoo….Untuk PKS, kalau di lihat dari program kampanye yang ditawarkan, PKS jauh tertinggal dengan ketiga partai di atas, karena PKS itu iklan kampanyenya lebih entertainment. namun kurang persuasif dan real dalam hal program kampanye yang ditawarkan karena bagian ini kurang diangkat.
Pada akhirnya, dari ke-empat nominasi di atas. Demokrat mengungguli. Demokrat diuntungkan dengan posisi SBY yang masih menjabat dalam tampuk pemerintahan. sehingga program yg di angkat pun adalah program pemerintah sebenarnya. program kabinet. alias program bersama. bukan program yang cuma milik ’satu’ partai saja. walaupun menurut hemat saya, ’keberhasilan-keberhasilan’ yang di klaim oleh Demokrat sebenarnya adalah hasil kerja bersama semua pihak. tanpa Terkecuali. Termasuk ‘keberhasilan’ yang di bangga banggakan, adalah menurunkan harga BBM sampai 3 kali. setelah sebelumnya terlebih dahulu menaikkan BBM 3 kali.
Dan satu lagi secara analisis Iklan, Demokrat selalu ’melemparkan’ iklan-iklan kampanyenya dalam waktu yang tepat dan moment yang pas pula. Contohnya ketika maulid nabi Muhammad saw, Demokrat menjadi partai pertama yang mencetus tema ini. Namun, ada satu iklan gress yang yang sangat pintar di sematkan oleh ’tim sukses SBY’. Kalau anda melek televisi, ada satu iklan pendidikan gratis keluaran Depdiknas yang di bintangi sama ibu Muslimahnya ’laskar pelangi the movie’ alias Cut Mini. Tidak kentara memang. karena tidak satupun ikon Demokrat nyangkut di iklan tersebut. tersembunyi sangat rapi. Namun, di akhir-akhir tayangan, ada Mendiknas Bambang Sudibyo yang bersuara secara tegas ‘Pendidikan Gratis, Harus Bisa!’. Ya, ‘Harus Bisa’, adalah icon statement yang udah jadi platformnya SBY plus judul buku yang ditulis SBY bercover biru dengan judul yang sama, Harus Bisa.
Strategi yang cantik memang. Kali ini tidak ada klaim kalau ini adalah hasil kerja Demokrat. namun, secara kasat mata, harus di akui, Iklan Program Pendidikan gratis itu justru di launching dua hari sebelum Pemilu. Masyarakat mau tidak mau ditawarkan suatu iklan persuasif yang menggiurkan dengan harapan setelah menonton iklan tersebut maka akan terbersit kalimat pembenaran bagi yang menontonnya ” Wah, Pak SBY Hebat”. minimal, menimbulkan decak kagum.
Tidak bisa di pungkiri, Partai-partai yang berkampanye di televisi secara kontinyu, berkesinambungan, dalam durasi yang tidak sedikit, adalah partai yang kaya raya. Tarif penayangan iklan di televisi itu mahal sekali. Tidak mungkin jika semua dana periklanan adalah hasil sumbangan dana-dana kader partai yang dikumpulkan. itu hanya dana kampanye lewat televisi. Belum lagi dana-dana lain di luar itu demi kesuksesan partainya. Terkecuali Golkar, yang memang di kenal sebagai ’partai saudagar’, di mana kucuran dana mengalir dari pengusaha-pengusaha kaya lagi berduit macam JK, Surya Paloh, dan Aburizal Bakrie.
Pertanyannya sekarang. Dari mana Kucuran dana kampanye berasal? sudah pasti ada pihak luar yang menanggulangi itu semua. Mereka bermain di belakang layar. Tentu tidak cuma-cuma. Jika partai berhasil mendudukkan personil-personilnya di parlemen, maka hukum ‘balik modal’ pun berlaku. Dengan memeras duit rakyat, keringat rakyat, dan darah rakyat. Dengan cara membuat UU yang mencekik rakyat.
Semoga rakyat negeri ini tidak amnesia. Jangan sampai lupa masa-masa sulit di mana BBM naik tiga kali, rakyat harus antri demi mendapatkan haknya, harga barang pokok membumbung tinggi, masih banyak yang bergelut dalam garis kemiskinan, meninggal karena kelaparan dan beban hidup, dan penderitaan lainnya akibat terdzalimi oleh sistem.
Jangan sampai amnesia sesaat hanya karena terninabobokan oleh iklan-iklan persuasif nan menggugah. Kemudian tersadarkan setelah merasa aspirasi tidak di dengarkan dan kesejahteraan tidak di dapat sesuai dengan pengharapan.
Yah, apa boleh buat, namanya juga Iklan. Iklan itu kan di buat untuk menarik perhatian konsumen, terlepas dari produknya bagus atau tidak, sesuai dengan yang di iklankan atau tidak. NYATANYA, hampir semua iklan itu menjanjikan kebohongan publik, bukan?


Betul sekali analisanya…
saya setuju memang itu kenyataan yang ada. Apalahi PNS dan pensiunannya pasti milih demokrat karena naik gaji sampai 3x, kemudian rakyat dikampung2 yang dapat BLT juga nyontreng 31 biar dapat BLT lagi… biar miskin asal dapat BLT…
kita lawan dengan yang lebih cerdas lagi
yah besok 2014 PKS yang menang
masa sih. ah itu mah analisa penulis aja. karena di depan mata kepala saya sendiri saat pemilu lalu, saya menyaksikan bahwa masyarakat itu menanyakan SBY yang mana ya… sambil mencari2 di papan yang berisi gambar partai dan para calegnya. masyarakat gk ngrti kalo pemilihan lalu itu milih caleg bukan presiden. dan mereka gak mengenal partai demokrat, yang mereka kenal adalah SBY. jadi…menurutku ini adalah kemenangan SBY.
Itulah IKLAN….
Iklan itu berupaya mempengaruhi PRESEPSI manusia, bahkan terkadang bisa berlawanan dengan produknya….
Lihatkah… kalau kita rasakan, apakah rasa Teh Botol Sosro itu sama dengan rasa teh kalau kita buat “manual”…. tetapi karena IKLAN mengatakan bahwa INILAH TEH ASLI… maka benak kita dipaksa untuk membenarkan bahwa rasa TEH ASLI itu seperti rasa Teh Botol Sosro…
Begitu juga iklan politik…. begitu dibilang BBM bisa diturunkan sebagai sebuah prestasi…. seakan akan kita disihir bahwa benar pemerintah memikirkan rakyatnya… padahal… Masya Allah… kita telah disihir oleh IKLAN…
Itulah kekuatan IKLAN….
Jangan-jangan kalau sekarang diiklankan besar-besaran bahwa Indonesia ini sebagai negara KERAJAAN, orang lupa bahwa sebentar lagi kita harus milih Presiden…
Hmm. . .iyayah,duh analisanya hebat pisan euyy,,ga sampe kesana atuh pemikirannya. ya mudah2an itu semua bukan janji2 belaka. semoga rakyat memilih bukan karna itu semua tapi karna rakyat percaya, pak SBY, ‘BISA!!’ dalam memperjuangkan kepentingan rakyat dan memecahkan problematika rakyat serta negara ini,amien..
…S.E.M.A.N.G.A.T R.E.V.O.L.U.S.I…