Beranda > Catatan > Mimpi Siapa yang Lebih Realistis?

Mimpi Siapa yang Lebih Realistis?

Beberapa minggu ini saya akan terus berkecimpung dalam lingkungan yang berbeda. Bukan dalam lingkungan yang satu ide dengan pemikiran saya. Lingkungan di mana setiap orang memiliki pemahaman yang berbeda. Lingkungan baru di mana hampir setiap manusianya berpikir bahwa demokrasi itu hebat. Demokrasi itu modern. Demokrasi itu pro barat. Democrazy is finally. Saya memang jarang mendebat mereka. Walaupun mereka tahu saya adalah orang yang berbeda dengan mereka. kontras karena pemikirannya. dan kontras karena pakaiannya (mungkin karena jilbab saya). Pernah seorang senior mempertanyakan,Mimpi siapa yang lebih realistis? Mimpi anda atau mimpi saya?

Saya tersenyum. Itu sama saja dengan mempertanyakan, yang mana yang lebih realistis, Demorasi atau Khilafah? Kembali ke inti utama pembicaraan. Di sini saya harus meluruskan, bahwa pemahaman saya tentang khilafah bukan di bangun atas dasar mimpi-mimpi utopia semata. Kalau lawan bicara saya menganggap bahwa mimpi dia (baca:Demokrasi) dan membahasakannya sebagai sebuah mimpi, saya sepakat. Demokrasi memang sebuah mimpi buruk yang di bangun atas keegaliteran dan keegoisan negara-negara kapitalis. Dan disinilah keyakinan yang bermain. keyakinan itu bernama IMAN. Iman kepada janji Allah. Iman kepada sesuatu yang haq. dan Demokrasi bukan suatu jawaban. Demokrasi justru mengabaikan ‘tangan’ Tuhan, yang berwujud dalam syariat-syariat dan hanya bisa terimplementasikan dalam suatu negara yang berideologikan Islam, yaitu Khilafah.

Dan bukan tanpa alasan jika barat pun sampai harus mewanti-wanti bahwa Amerika akan ambruk digantikan oleh sebuah peradaban adikuasa baru bernama Khilafah. Bukan tanpa alasan jika seorang Bush pun sampai harus memborbardir mujahid-mujahid di tanah nabi , memberangus para pembawa keyakinan janji-janji suci Tuhannya. Namun didasarkan pada ketakutan seorang pemimpin Amerika akan lahirnya cikal bakal peruntuh tirani Kapitalisme.

Mengakhiri pembicaraan kami, saya kembali menegaskan, bahwa kita sedang dalam sebuah Republik Mimpi. Demokrasi telah membuai anda semua dalam mimpi-mimpi yang dijanjikan indah namun berujung kepada kesengsaraan. Bangun dari mimpi tersebut, kemudian menyadarkan orang lain yang sedang ‘tertidur pulas’ untuk bangun dari sebuah mimpi buruk bernama demokrasi. Ini bukan kampanye atau black campaign semata di tengah hingar bingar pilpres di delapan Juli. Namun ini hanya sekedar mengetuk kesadaran anda, bahwa harapan baru itu telah menanti anda. Harapan yang masih ada dan tersisa. dan tidak ada pilihan lain selain pengaharapan pada Khilafah. Mari bangkit dan rajut kembali janji itu segera. Sekali lagi, Ini Bukan Mimpi.

dan pada akhirnya saya pun tersenyum. Kalau begitu, mimpi siapa yang lebih realistis?

“telah datang suatu masa kenabian, atas kehendak Allah kemudian berakhir. setelah itu akan datang masa khilafah rasyidah sesuai dengan manhaj kenabian. atas kehendak Allah, kemudian berakhir. lalu akan datang masa kekuasaan yang mengandung banyak kedhaliman. atas kehendak Allah, kemudian berakhir pula. lantas, akan datang zaman para diktator. atas kehendak Allah kemudian berakhir juga. kemudian, akan datang kembali masa khilafah yang mengikuti manhaj kenabian” (HR. Ahmad dan Al Bazzar)

  1. Juni 20, 2009 pukul 19:35 | #1

    Assalamualaikum wa rahmatullah wa barakatuh

    ukhti…
    ana kok msih belum paham ya ma khilafah.
    bisa mohon anti jelaskan ke ana?
    jazakallah khoir :)

    wa’alaykumsallamwrbw..
    ukhti yg di rahmati oleh Allah, Khilafah adalah kepemimpinan umum atas seluruh kaum Muslim di dunia untuk menerapkan hukum-hukum syariah dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia. Khilafah berbentuk negara yang berideologikan Islam dan di dalamnya di realisasikan hukum-hukum Allah tanpa terkecuali. :)

  2. celotehanakbangsa
    Juni 20, 2009 pukul 19:35 | #2

    Salam Perjuangan dan Salam Perubahan

  3. Juni 20, 2009 pukul 19:35 | #3

    tentunya mimi yg realistis adl memimpikan khilafah yg udah pasti akan terjadi dan nyata di depan mata. bkn mimpin ala DEMOKRASI SAMPAH yg udah pasti tidak akan pernah jdi nyata.!!

  4. Juni 24, 2009 pukul 19:35 | #4

    seorang kawan pernah membuat dialog seperti ini:
    Brodin: masihkah engkau percaya kepada demokrasi ketika JFK dibunuh di texas?
    Bejo: (diam)
    Brodin: lalu mengapa engkau menolak Khilafah hanya karena sayidina Umar, sayidina Utsman, dan sayidina Ali dibunuh?
    Bejo: (tetep diam)
    Brodin: masihkah engkau percaya demokrasi ketika Amerika pernah mengalami perang saudara parah, juga Inggris yg gedung parlemennya nyaris di bom?
    Bejo: (diam)
    Brodin: lalu mengapa engkau menolak Khilafah hanya gara-gara sayidina Ali dan Muawiyah berperang di medan Shiffin?
    Bejo:(gak ada suara)
    Brodin: masihkah engkau percaya demokrasi ketika pak Harto mengumpulkan harta benda lewat KKN, JK kaya raya, dan Prabowo punya kuda seharga 5 miliar?
    Bejo: (diam)
    Brodin: lalu mengapa engkau menolak Khilafah hanya gara-gara sayidina Utsman kaya raya, padahal itu juga hasil beliau waktu jadi pedagang sebelum diangkat jadi Khalifah?
    Bejo: (diam)
    Brodin: masihkah engkau percaya kepada demokrasi ketika SBY menaikkan harga BBM?
    Bejo: (??)
    Brodin: lalu mengapa engkau menolak Khilafah ketika Yazid bin Muawiyah memerintah dg kedzaliman?
    Bejo: (diam euy)
    Brodin: masihkah engkau percaya kepada demokrasi ketika Bush memerintahkan menyerbu Iraq dan Afghanistan?
    Bejo: (sunyi)
    Brodin: lalu mengapa engkau menolak Khilafah hanya gara-gara pasukan Sulaiman Al Qanuni mengepung Wina?
    Bejo: (tetep…diam)
    Brodin: aku menolak demokrasi karena konsepnya busuk,sangat busuk. oleh karena itu jika engkau menolak konsep Khilafah, tolaklah karena konsepnya. jangan engkau menolak hanya gara-gara kesalahan orang yg menerapkan konsep tersebut. tolaklah karena konsepnya salah, itu kalau engkau bisa. kalau tidak,ke laut aja sana!!
    Bejo: ngapain??
    Brodin: cari kerang
    Bejo: ikut..ikut..ikut..

  5. Juli 15, 2009 pukul 19:35 | #5

    suka tulisan sari yang ini

    suka juga dengan komentar di atas!!

  1. Belum ada trackback.