Menakar Keyakinan Kita atas Pertolongan Allah
Notes notes itu saya baca lagi. Semua sama. Intinya ada pada satu. Menggugat pragmatisme. Ya, pragmatisme rakyat dalam memilih pemimpin dengan penyalahgunaan kaidah ‘memilih yang paling sedikit mudharatnya diantara yang buruk’. Pragmatisme partai politik yang mengaku Islam namun ‘islamiphobia’ sampai-sampai berbicara tentang syariat Islam saja masih ‘pikir-pikir dulu’. “Ahh,,,nanti saja , syariat Islam bisa belakangan, yang penting menang dulu”. Pragmatisme. Pragmatisme.


..yang meninggalkan jejak..