Pemuda Islam di Fajar Kebangkitan (Sebuah Renungan)
Sejak dulu hingga kini, pemuda adalah pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda merupakan rahasia kekuatannya. Dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjiNya.
Sejak dulu hingga kini, pemuda adalah pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda merupakan rahasia kekuatannya. Dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjiNya.
Notes notes itu saya baca lagi. Semua sama. Intinya ada pada satu. Menggugat pragmatisme. Ya, pragmatisme rakyat dalam memilih pemimpin dengan penyalahgunaan kaidah ‘memilih yang paling sedikit mudharatnya diantara yang buruk’. Pragmatisme partai politik yang mengaku Islam namun ‘islamiphobia’ sampai-sampai berbicara tentang syariat Islam saja masih ‘pikir-pikir dulu’. “Ahh,,,nanti saja , syariat Islam bisa belakangan, yang penting menang dulu”. Pragmatisme. Pragmatisme.
Teruntuk bapak-ibu capres-cawapres yang sedang melenggang ke seantero negeri. Saya prihatin menyaksikan style kampanye anda sekalian yang lebih mirip jumpa fans artis dengan penggemar. Dielu-elukan oleh para pendukung anda. Semangat boleh mengadopsi gaya 45, menggelegar membahana di jagat raya, dengan suara-suara bak ksatria. tetapi nyatanya, kebijakan yang anda telorkan sama saja.
Read more…
Beberapa waktu terakhir ini ada sebuah wacana yang muncul mengepung ruang kesadaran pribadi dari berbagai arah. Bermula dari petualangan maya dari satu blog ke blog lain, dari satu website ke website yang lain, sampai berlanjut puncaknya tatkala hadir sebuah naskah pidato kebudayaan yang kesemuanya itu bicara tentang perempuan. Tentang diskriminasi, tentang ketidakadilan dan penindasan terhadap perempuan, manusia itu bernama perempuan.
Ini bukan sesuatu yang baru memang, namun entah mengapa tiba-tiba sekarang semuanya serentak menyeruak masuk mengusik akal budi nurani.
Pemilu telah kita lewati. ‘Hari bersejarah’ itu, tepat 9 April yang lalu sudah dilalui. Sebagian masyarakat Indonesia berbondong-bondong datang ke TPS untuk menjadi saksi sejarah dalam Pesta Demokrasi yang kesekian kali.
Sejarah pun mencatat, beberapa kali Pemilu, dari rezim orde baru sampai orde reformasi, mulai zaman Soeharto sampai SBY, belum ada perubahan berarti di negeri ini. Kemiskinan masih menghantui, Kebodohan makin meningkat, Pornografi pun makin marak. Apa sebab?
Pengantar:
Bismillah, sebelumnya, saya berencana membuat Tetralogi…(halah)…eh, beneran dink, tulisan ini akan terus bersambung selama 4 episode, episode pertama tentang fakta yang terjadi, episode kedua tentang analisis, episode ketiga tentang solusi, dan episode keempat tentang kesimpulan. Doakan ya, semoga Allah melancarkan segala urusan agar Tetralogi ini bisa saya selesaikan dalam waktu dua minggu ini. Ya Allah, Saksikanlah! agar aku memulai dan tak akan pernah mengakhiri perkara ini!
Episode Pertama : Fokus Pada Fakta yang Ada.
Tidak bermaksud untuk ber-mellow ria… tapi saya tergelitik mengadopsi lagu BCL yang bertajuk KECEWA.. Kecewa??? Kecewa pada siapa? yaa kepada wakil rakyat donk! ^_^
Sewaktu saya menulis tulisan ini, bersamaan sambil mengatur posisi di depan tipi. udah prepare pengen nonton ”reality show” ala pak presiden kita. dengan tajuk ”Harus Bisa”. Sekilas, saya koq menemukan kesamaan sama slogannya Barrack Obama, Yes We can. Antara SBY dan Obama pun terdapat kesamaan. mereka berdua terkenal sebagai ”penulis buku”. lihat saja untuk buku terbaru mereka. siapa yang mendahului siapa? saya rasa andapun bisa menilai sendiri.
Oleh-oleh dari seminar jurnalistik di Sabuga yang di sponsori sama metro tipi : the election channel…hehhe…sebenarnya ini bukan isi dari seminar itu sendiri , melainkan saya hanya menyimpulkan dari sudut pandang saya. pun melewati proses study lapangan terlebih dahulu selama setahun belakangan ini
berikut ada dua buku yang menjadi resensi tulisan ini:
1).Resensi pertama “Rusia .. Imperium ketiga”
Akhir-akhir ini, di Rusia telah diterbitkan sebuah buku yang berjudul “Rusia .. Kekaisaran ketiga,” ditulis oleh “Michael Ioreyev“, direktur sebuah perusahaan Rusia dan Wakil Presiden Rusia Union of Industrialists dan Wakil Ketua Duma (Rusia Assembly).
Read more…
eniwei….sekilas judulnya gak berkorelasi alias gak nyambung. but, mari kita bahas satu persatu. anda akan bisa membaca pikiran saya.
kita pada “ngeh” kan kalo sekarang Indonesia en Asia di bikin heboh sama kedatangan Bu Hillary, (kalo yang masih blom ngeh…kemane aja buu,,pak…baca koran.nonton tipi, ato buka internet atuh). ![]()
Hillary Clinton,Menlu AS yang di percaya Mister Presiden AS Barrack Obama untuk melawat ke Asia dan Indonesia. merubah “haluan” politik untuk kunjungan Politik Perdana yang biasanya ke negara-negara Eropa dan Timur Tengah (karena secara politik jelas lebih menguntungkan).
..yang meninggalkan jejak..