Rekayasa di balik Redefinisi Makna Jihad
–Dari Abu Hurairah ra, semoga Allah meridhainya, menceritakan: Rasulullah, suatu kali ditanya: Perbuatan baik apa yang sama nilainya dengan Jihad di jalan Allah Swt? Beliau menjawab: Kau tak punya kekuatan untuk melakukan perbuatan itu. Mereka mengulangi pertanyaan itu dua atau tiga kali. Dan Setiap kali pun Rasulullah menjawab: Kau tak punya kekuatan untuk melakukan perbuatan itu. Ketika pertanyaan diajukan untuk ketiga kalinya, beliau menjawab: Orang yang pergi berjihad ialah orang yang berpuasa, menjalankan shalat lima waktu,(mematuhi perintah yang terkandung dalam) ayat-ayat Allah(yaitu dalam Al-Qur’an), dan tidak menunjukkan kelelahan dalam berpuasa dan shalat sampai orang yang berjihad kembali dari jihad di jalan Allah SWT.
–Hadis—
Jihad, Islam, dan Mujahid bukanlah hal baru bagi dunia. Begitu juga terorisme, penculikan, dan pembunuhan. Tetapi, sejak 11 September 2001, istilah ini telah membayang dalam imajinasi publik sebagai fenomena baru. Namun yang membuat miris, istilah-istilah ini kemudian berkelindan tidak sederhana. Dalam kurun waktu satu dekade sejak akhir tahun 2001, oknum-oknum penyusun misi ‘penjahat dunia’ telah berhasil membalikkan makna kata-kata diatas. Fundamentalis,Islam, jihad, dan mujahid telah menjadi ancaman atas keamanan dunia internasional yang harus diwasapadai. Dan rasa takut itu berakar dari fakta bahwa hanya sedikit orang yang benar-benar paham tentang apa itu Islam, tentang Jihad, dan kenapa harus berjihad. Padahal, Menjadi fundamentalis Islam tidak berarti kita mendukung atau terlibat dalam terorisme. Berjihad bukan berarti kita menculik atau membunuh warga sipil.
Beberapa waktu terakhir ini ada sebuah wacana yang muncul mengepung ruang kesadaran pribadi dari berbagai arah. Bermula dari petualangan maya dari satu blog ke blog lain, dari satu website ke website yang lain, sampai berlanjut puncaknya tatkala hadir sebuah naskah pidato kebudayaan yang kesemuanya itu bicara tentang perempuan. Tentang diskriminasi, tentang ketidakadilan dan penindasan terhadap perempuan, manusia itu bernama perempuan.

..yang meninggalkan jejak..