Arsip

Archive for the ‘Tadabbur Quran’ Category

Keajaiban Sedekah yang Luar Biasa Tak Terduga

Februari 21, 2009 salam revolusi 7 komentar

waktu gugling (sebenarnya  mo  cari  referensi kuliah) malah  dapat  tulisan  bagus,  yang  subhanallah….hmm,,,luar biasa…ternyata…selama  ini,,,  ada  sesuatu  yang  berada  di luar kekuasaan manusia,jadi  makin bersemangat  ”ngelahap”  buku  The  Miracle Of  Giving’y  Ust.Yusuf Mansyur   ampe  selese…hmmm,,,silakan  baca  sendiri,petiklah hikmah yang  dapat  kamu ambil…

Read more…

Siang dan Malam pun tercipta Proporsional sesuai porsinya.

Peluh mengalir di tubuhku. Kerudung ini pun hampir setengah basah di buatnya. Siang ini serasa panas sekali, panas banget. Sampai-sampai, di dalam angkot seperti sari sekarang ini kayak di pepes rasanya. Fiuhh….

Read more…

Adil terhadap Pengemis dan Pekerja Keras.

Desember 27, 2008 salam revolusi 1 comment

Katakanlah: “Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, sesungguhnya aku akan bekerja (pula), maka kelak kamu akan mengetahui,”(QS Az-Zumar:39)

Sari masih ingat beberapa tahun lalu waktu masih di kampung halaman nun jauh di sana. Ada seorang peminta-minta (baca: pengemis) yang selalu kontinyu bertandang ke rumah . seorang laki-laki, masih sehat, setengah baya, walaupun selalu datang dengan muka memelas. Sudah menjadi kebiasaan pada waktu itu, ummi sama abi selalu menyedekahkan untuk sang pengemis. Tanpa reaksi tentunya. Mungkin akan berbeda sikap dengan para tetangga yang biasanya langsung mengusir sang pengemis atau menjejali sang pengemis dengan omelan-omelan tak mengenakkan.

Read more…

Anakku, rokok itu haram sayang!

Februari 9, 2008 salam revolusi 11 komentar

Anakku, memang pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam rokok itu belum ada, namun sesungguhnya Islam datang dengan pokok yang umum, mengharamkan segala sesuatu yang membahayakan tubuh, mengganggu orang di dekatnya, atau menyia-nyiakan harta. Inilah dalil-dalil yang menunjukkan hukum rokok:

1. Allah ta’ala berfirman,

Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk (Al-A’raf: 157).
Dan rokok merupakan perkara buruk yang memudharatkan dan baunya pun busuk.

2. Allah ta’ala berfirman,

Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. (Al-Baqarah: 195).
Rokok akan menyebabkan penyakit yang mematikan seperti TBC, kanker dan lain-lain.

3. Allah ta’ala berfirman,

Janganlah kalian membunuh jiwa-jiwa kalian. (An-Nisa: 29).
Rokok itu membunuh secara perlahan-lahan.

4. Allah berfirman tentang mudharatnya khamr,

Tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya. (Al-Baqarah: 219).
Bahaya rokok itu lebih besar dari manfaatnya, bahkan rokok itu seluruhnya membahayakan (tidak ada manfaatnya sama sekali –pent.).

5. Allah ta’ala berfirman,

Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan (Al-Isra’: 28).
Rokok itu bentuk pemborosan dan berlebih-lebihan, termasuk perbuatannya syaithan.

6. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ
“Tidaklah membahayakan dan tidaklah dibahayakan” (Shahih, riwayat Ahmad).
Rokok itu membahayakan orang yang menghisapnya, dan mengganggu orang yang di dekatnya serta menyia-nyiakan hartanya (bahkan berakibat buruk sekali bagi orang sekitarnya yang disebut perokok pasif -pent).

7. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
وَكَرِهَ (اللهُ) لَكُمْ إِضَاعَةَ الْمَالِ
“Allah membenci penyia-nyiaan harta bagi kalian” (Muttafaqun ‘alaihi).
Dan rokok merupakan penyia-nyiaan harta penghisapnya yang dibenci oleh Allah ta’ala.

Demikianlah dalil-dalil yang menunjukkan haramnya rokok. Sehingga janganlah kalian coba-coba menghisapnya ya. Barakallahu fiikum.

(Sumber: Kaifa Nurabbi Auladana, Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu)

Categories: Tadabbur Quran

Ramalan???Nggak Deh!!!

Januari 6, 2008 salam revolusi 7 komentar

 ”Dan  tidaklah  menang  tukang  sihir  dari mana saja ia datang.” (QS. Thaha: 69)

seiring  dengan  pergantian  tahun,  jika  kita  cermati  dengan  seksama,   maka  terdapat  fenomena  yang  menggelikan  sekaligus  mencemaskan,  banyak  orang  yang  datang  ke  tukang  ramal  untuk  mengetahui  peruntungan  nasibnya  di tahun  itu.  Media  infotainment  ramai-ramai  mewawancarai  para  peramal  untuk  mengetahui  peruntungan  para  selebritis  di  tahun  itu.  Mulai  dari  peruntungan  rezeki, perjodohan, perceraian, bencana  alam, sampai  kematian  pun  di teropong  oleh  sang  peramal.  Sederet  nama-nama  peramal, paranormal, orang pintar  atau apapun  namanya,  yang  lagi  beken  di tampilkan  di televisi, sampai-sampai  ibu-ibu  saja  hapal  dengan  tampang  dan  nama  mereka.  Mulai  dari   Mama  Laurent, Ki  Joko Bodo, Suhu  Acai,  dan  seterusnya ( karena  saya  gak  hapal  dengan  mereka)  berbondong-bondong  di datangi  dan  di mintai  pendapat  dan  terawangannya  akan  segala  seuatu  yang  terjadi  di  tahun  itu.  Capee  dehh,  tanpa  di  sadari,  sebenarnya  kita  kembali  ke  zaman  jahiliyah.  Suatu  masa  di mana  kebodohan  manusia  terjadi,  termasuk  salah  satunya  adalah  percaya  terhadap  ramal meramal.

Read more…

Categories: Tadabbur Quran

Bencana:Sebuah Teguran ( Refleksi Hitam Putih di Akhir Tahun)

Desember 29, 2007 salam revolusi 5 komentar

Tahun  2007  sebentar  lagi  akan  berakhir.  Kita  akan  segera  menyongsong  fajar  tahun  2008  yang  akan  segera  terbit.  Mengakhiri  tahun  masehi  ini,  dan  membuka  lembaran  baru  yang  lebih  cerah  tidak  patut  di sambut  dengan  perayaan-perayaan  ala  Tahun  Baru  yang  terkesan  berfoya-foya.  Padahal,  masih  banyak  pe-er  kita  sebagai   manusia  yang  bertanggung  jawab  kepada  Tuhannya. Ada  baiknya  kita  lebih  banyak  memusabahi  diri(intropeksi). Apalagi  banyak musibah  dan  bencana  yang  menimpa  negeri  ini  datang  susul  menyusul  dan  silih  berganti. Musibah  banjir  bandang, banjir  pasang,  tanah  longsor, wabah  penyakit, tak  pernah  surut  mewarnai  berita-berita  di televisi  dan  surat  kabar.Musibah/ bencana  itu  tidak  lepas  dari  PERTAMA: yang  termasuk  bagian  dari  qadha’ (ketetapan)  Allah,  sebagai  sunatullah. Tsunami, gempa, gunung  meletus,  dan  bencana  lainnya  merupakan  sunatullah  yang  terjadi  atas  iradah(kekuasaan)  dan  kehendak   Allah.  Semua  jenis  musibah/bencana  ini  berada  di luar  kekuasaan  manusia. Terhadap  hal ini,  kita  harus  mengimani   bahwa  semua  itu adalah  berasal  ketetapan  Allah,baik  buruk  semuanya  berasal  dari  Allah.  Hendaknya  manusia  semakin  menyadari  betapa  lemah  dan  tidak  berdayanya  kita  sebagai  menusia  di  hadapan-Nya.  Seharusnya  kita  terdorong  untuk  lebih  menyandarkan diri  dan  mendekatkan  diri  kepada-Nya.  Firman  Allah  dalam  QS Yunus [10]: 107 : “ Dan  jika  Allah  menimpakan  suatu  bencana  kepadamu,  maka tidak  ada  yang  dapat  menghilangkannya  kecuali  Dia.  Dan  jika  Allah  menghendaki  kebaikan  bagi  kamu,  maka  tidak  ada  yang  dapat  menolak  karunia-Nya.  Dia  memberikan  kebaikan  kepada  siapa  saja  yang  Dia  kehendaki  di antara  hamba-hambaNya.  Dia  Maha  Pengampun,  Maha  Penyayang.”

Tidak  ada  sikap  lain, kecuali  kita  harus  menghadapi  semua  itu  dengan  sabar  sembari  terus  berdoa  agar  bencana  dan musibah  itu  segera  berlalu.  Dengan  begitu,  dalam  hal  musibah  yang  berada  di luar  kekuasaan  manusia, kita  akan  lebih  fokus  untuk  mengambil  hikmah di  balik  musibah  ini dan  memuhasabahi  diri  sendiri.  Karena  ini  tak  lain  adalah  ujian  untuk  menguji  kesabaran  dan  keimanan  seseorang.

KEDUA :  yang  berada  di dalam  kuasa  manusia. Seperti  bencana  banjir  dan  tanah  longsor  akibat  banyaknya  hutan  yang  di tebang   secara  liar,  kemiskinan  dan  kelaparan  akibat  buruknya  system  distribusi  kekayaan,  dan  sebagainya.  Firman  Allah  dalam  QS  ar-Rum[30]:(41) : ” Telah  tampak  kerusakan di daratan dan  di lautan  di sebabkan  oleh  perbuatan  tangan  manusia  supaya  Allah  menimpakan  kepada  mereka  sebagian  dari (akibat)  perbuatan  mereka  agar  mereka  kembali  ke jalan  yang  benar.”    Selain  bencana  yang  merupakan   bagian  dari  qadha(ketetapan)  Allah,  sesungguhnya  banyak  musibah(bencana)  yang  terjadi  di  negeri  ini    lebih  merupakan  akibat  dari  ulah  dan tindakan manusia, factor  system  aturan  yang  buruk  yang  di terapkan  manusia,  juga  akibat  perilaku  manusia  yang  rusak.  Terhadap  bencana / musibah  seperti  ini, penyikapannya  akan  sangat  di pengaruhi   oleh  cara  pandang,  prinsip,  dan  ideology  yang  dianut.  Sikap  pemerintah  yang  lamban  merespon  bencana  dan  terlihat  baru  bertindak  sibuk  ketika  dikritik  tentu  tidak  lepas  dari  pengaruh  prinsip  politik  yang  di anut,  yang  hanya  berorientasi  pada  kursi  dan  kelangsungan  kekuasannya.

Kita  bisa  merenungkannya  sendiri,  apakah  berbagai  musibah  ini  merupakan  adzab  dari  Allah,  setelah  semua  kenikmatan  yang  di berikan  kepada  negeri  dan  penduduknya  ini  begitu  melimpah,  namun  ternyata  tetap  membuat  penduduk  negeri  ini  mengingat-Nya?  Ataukah  sebuah  teguran  agar  kita  segera  sadar  dan  kembali  ke jalan-Nya? Atau  ujian  agar keimanan  kita  kepada-Nya  dan  seluruh  syariah-Nya  semakin  meningkat?

Categories: Tadabbur Quran

Alhamdulillah…Aku Masih Hidup

Malam   malam  terakhir  ini  dingin  sekali,  serasa   badan  ini  pun  beku   en  remuk   di buatnya.  Jangankan  untuk   sholat  malam,  untuk   membuka  mata   saja   sulit   sekali  bagiku.  Ya  Allah,  padahal   engkau  masih   memberikan   sisa  umur  padaku .  jadi  teringat   salah  satu  ayat  Al-Qur’an  yang  sebelum  tidur  tadi  sempat  ku  baca .   coba  kita  buka  slah  satu  ayat  cinta  dari  Allah   itu :  QS.  Al-An’aam   ayat   60 :”Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur (mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.”

Read more…

Categories: Tadabbur Quran